About these ads

Sejarah Alat Musik Tradisional Kolintang

Monday, December 9th 2013. | tradisional

Sulawesi Utara merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki kultur budaya yang sangat kuat. Kebudayaan di masyarakat Sulawesi Utara hampir kebanyakan berkaitan dengan ritual kepada nenek moyang dan leluhur. Keragaman tradisi yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan membuat masyarakat Sulawesi Utara memiliki banyak kebudayaan daerah yang sangat unik dan bermacam-macam. Salah satu yang terkenal yaitu alat musik tradisional yang berasal dari daerah Minahasa yang dinamakan Kolintang. Bagaimana asal-usul dan Sejarah Alat Musik Tradisional Kolintang yang berasal dari Sulawesi utara ini?

Asal Usul Alat Musik Tradisional Kolintang

alat musik tradisional kolintangTerdapat beberapa versi masyarakat mengenai asal mula alat musik Kolintang diciptakan. Beberapa versi menyebutkan jika Kolintang berasal dari nama seorang gadis yang bernama Lintang, tetapi tidak diketahui lebih lanjut mengenai kisah dan sejarah gadis tersebut. Versi lain yang lebih kuat menyebutkan, jika asal muasal nama Kolintang berasal dari bunyi yang diciptakan dari alat musik itu sendiri yang berbunyi “tong-ting-tang”. Ini diperkuat dengan pendapat Petrus Kaseke yang menyebutkan jika asal kata Kolintang berasal dari suara kayu yang dipukul2 sehingga menghasilkan suara yang berbunyi “tong ting tang” yang berarti nada rendah, nada tinggi, dan nada sedang. Menurut sejarah pada zaman dahulu Kolintang dimainkan untuk mengiringi upacara atau ritual untuk pemujaan kepada arwah para leluhur. Bahan material Kolintang terbuat dari bilahan kayu yang dideretkan sesuai bunyi yang dihasilkannya. Kolintang sendiri jika dilihat dari bahan maupun bunyi yang dihasilkan bisa dikatakan Kolintang hampir mirip dengan alat musik tradisional Angklung yang terdapat di Jawa Barat, namun terdapat beberapa perbedaan seperti bentuk yang lebih tersusun dan cara membunyikan Kolintang yang dipukul dengan memakai stik.

Ketika ajaran Kristen mulai masuk ke tanah Minahasa pada tahun 1800 an, keberadaan Kolintang mulai terdesak mengingat fungsinya yang sering digunakan dalam ritual pemujaan kepada roh para leluhur. Bahkan keberadaan Kolintang disebutkan hampir menghilang sekitar satu abad lamanya. Tapi belakangan dengan perkembangan yang menjadikan Kolintang bukan hanya sebagai alat yang digunakan dalam ritual untuk pemujaan kepada para leluhur tapi juga untuk kesenian serta budaya daerah, Kolintang pun mulai kembali dikenal oleh masyarakat banyak. Hingga pada akhir perang dunia kedua seorang budayawan luar biasa yang berasal dari Minahasa bernama Nelwan Katuuk menciptakan Kolintang dengan susunan nada diatonis berjarak 2 oktaf. Nelwan Katuuk, yang sejak kecil terlahir dengan kondisi tuna netra, berhasil mengkreasikan alat musik Kolintang dengan lebih baik. Pada saat itu Kolintang terdiri dari satu melodi dengan diiringi oleh alat musik lain sebagai pelengkap suaranya seperti gitar, ukulele dan bass. Setelah mengalami beberapa perubahan, hingga saat ini Kolintang bisa mencapai jarak nada 6 oktaf dengan chromatisch penuh.

Bagian-bagian dalam Alat Musik Kolintang

Kolintang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan fungsi dan suaranya. Terdapat 9 buah kelengkapan alat yang memiliki fungsi dan nada berbeda dalam satu set Konintang. Susunan tersebut diantaranya Melodi1, Melodi2,  Melodi3, Cello, Tenor1, Tenor2, Alto1, Alto2, Ukulele, Bas. Setiap bagian tersebut pun memiliki nama yang berasal dari bahasa Minahasa. Seperti Melodi yang disebut juga Ina, Cello disebut juga Cella, Tenor disebut juga Karua, Alto disebut juga Uner, Ukulele disebut juga Katelu, dan Bas yang disebut juga Loway. Setiap bagian mewakili nada yang akan dimainkan dalam suatu lagu ataupun pagelaran musik.

Tentunya diperlukan skill dan keterampilan untuk memainkan Kolintang dengan baik. Selain itu kerjasama pun dibutuhkan dengan pemain lain agar irama serta ketukan yang dihasilkan terdengar sinkron dan enak untuk dinikmati. Meskipun membutuhkan waktu untuk mempelajari alat musik tradisional ini, tapi sebagai generasi yang lebih muda sudah seharusnya kita mempelajari serta melestarikan kebudayaan milik kita karena kita merupakan menjadi pewaris sah dari kebudayaan tradisional milik bangsa kita sendiri.

Itulah Sejarah singkat ALat Musik Tradisional Kolintang yang berasal dari Sulawesi Selatan. Semoga dengan tulisan singkat ini bisa mengingatkan dan memberikan informasi yang berguna khususnya bagi ngulik mania semua. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung.

About these ads

tags: ,

Related For Sejarah Alat Musik Tradisional Kolintang